KOMUNIKASI PADA ANAK DAN KELUARGA

KOMUNIKASI PADA ANAK DAN KELUARGA

Pengertian

  • Komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan usaha-usaha untuk mengelompokkan,memilih-milih dan mengirimkan lambang-lambang sedemikian rupa yang dapat membantu seorang pendengar atau penerima berita mengamati atau menyusun kembali dalam fikirannya arti atau makna yang terkandung dalam fikiran komunikator.
  • Komunikasi  adalah usaha, tingkah laku atau kegiatan penyampaian informasi mengenai pikiran,makna atau perasaan.
  • Komunikasi merupakan proses di mana informasi disampaikan pada orang lain melalui simbol-simbol,tanda-tanda atau tingkah laku.

Komunikasi menyangkut 3 aspek keterampilan :

  1. Keterampilan menyampaikan  meliputi  keterampilan berbicara, menulis atau mengarang
  2. Keterampilan menerima meliputi  keterampilan mendengarkan, membaca tulisan dan tanda-tanda.
  3. Keterampilan berkomunikasi tanpa kata-kata (non verbal communication)

Komponen-komponen komunikasi :

  1. Sender (Pengirim Pesan/Komunikator)

Pengirim pesan adalah seseorang atau sumber pesan yang memberikan informasi atau ide yang disampaikan, dapat individu ataupun kelompok yang melaksanakan komunikasi baik dengan individu ataupun kelompok lain. Orang yang menyampaikan pesan harus berusaha merumuskan isi pesan yang akan disampaikan. Kejelasan kalimat dan kemudahan bahasa untuk dimengerti akan sangat mempengaruhi penerimaan pesan oleh komunikan.

  1. Message (Pesan)

Pesan merupakan berita yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui lambang pembicara, gerakataupun sikap. Lambang suara berkaitan dengan intonasi suara. Lambang gerak adalah ekspresi wajah dan gerakan tubuh, sedangkan lambang warna tertentu yang mempunyai makna yang sudah dikenal sesara umum, misalnya merah, kuning, hijau pada lampu lalu lintas.

  1. Receiver (Penerima Pesan/Komunikan)

Penerima pesan merupakan orang yang menerima berita atau lambang, dapat berupa individu maupun kelompok. yang disampaikan. Penerima pesan harus tanggap dengan pesan yang diterimanya dan harus dapat menafsirkan pesan yang diterimanya.Ada satu hal penting yang harus siperhatikan adalah persepsi komunikan terhadap pesan yang harus sama dengan persepsi komunikator.

  1. Channel (Media)

Media merupakan sarana atau saluran dari komunikasi, dapat berupa media cetak, audio, visual & audio-visual. Gangguan atau kerusakan pada media akan mempengaruhi penerimaan pesan dari komunikan.

  1. Feed Back (Umpan Balik)

Reaksi komunikan sebagai dampak atau pengaruh dari pesan yang disampaikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, merupakan bagian komunikasi yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi pencapaian pesan/informasi yang disampaikan.

Faktor yang mempengaruhi komunikasi agar berlangsung lancar dan berhasil : situasi,waktu dan kejelasan pesan.

Komunikasi :

  • Verbal : komunikasi yang diucapkan dengan kata-kata atau disampaikan secara tertulis.
  • Komunikasi non verbal : komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh (body language)  yaitu melalui  ekspresi wajah, pandangan mata, gerakan tubuh, penampilan.

Menurut Haber, komunikasi dibagi menjadi 2 macam :

  1. Komunikasi intrapersonal

Komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang di mana individu berdialog dengan dirinya sendiri.

  1. Komunikasi interpersonal

Komunikasi yang terjadi antara 2 org atau lebih melibatkan komunikasi verbal dan non verbal.

Komunikasi interpersonal ada 3 :

a)    Komunikasi sosial

  • Terjadi pada setiap pembicaraan antara berbagai orang sebagi teman atau keluarga
  • Topik yang dibicarakan bervariasi
  • Karakteristik : kurang ketergantungan antar individu yang terlibat dan hubungan bersifat superficial serta kadang-kadang tidak mengharapkan bantuan.

b)    Komunikasi collegial

  • Terjadi antara teman sejawat (Kolega)
  • Dalam konteks perawatan terdapat penolong yang mempunyai tujuan yang bekerjasama dengan klien dalam rangka melaksanakan askep klien.

c)    Komunikasi facilitative

  • Terjadi antara klien dan tenaga kesehatan yang memberi bantuan
  • Isi komunikasi  sangat berarti ð membahas masalah klien lebih dalam
  • Sebagai proses, komunikasi ini berfokus pada klien yang memerlukan pertolongan
  • Mempunyai tiga tujuan :

1)    Menggali perasaan,pikiran,perilaku dan pengalaman seseorang

2)    Mengerti peran yang dimainkan klien dan org2 yang berarti bg klien yang dpt membantu mengidentifikasi masalah.

3)    Kegiatan yang langsung memecahkan masalah klien.

Komunikasi terapeutik (Haber) adalah hubungan interpersonal di mana Perawat – Klien memperoleh pengalaman belajar bersama serta memperbaiki pengalaman emosional klien.

Ciri-ciri komunikasi terapeutik :

1)      Empati

  • Kemampuan mengerti sepenuhnya ttg kondisi atau perasaan orang lain
  • Dapat terlihat secara non verbal
  • Seseorang yang mempunyai empati yang tinggi akan termotivasi secara tinggi untuk menolong org lain.

2)      Rasa percaya

  • Respek seseorang terhadap kebutuhan orang lain dan berhasrat akan berbuat sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Seseorang dengann sikap trust cenderung menimbulkan trust pada pasien
  • Kejujuran sangat penting dalam pembentukan trust

3)      Validasi

  • Menegaskan kembali tentang pesan yang sudah disampaikan.Terjadi jika komunikator merasa bahwa orang yang diajak bicara menerima dan memberi respon terhadap apa yang dikatakannya.

4)      Perhatian

  • Merupakan tingkat keterlibatan emosi dlm komunikasi yang diekpresikan secara non verbal pada apa yang dikatakan orang lain dengan cara memandang,mengangguk atau dengan perabaan jika tepat.

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK :

1)    Memanggil klien sesuai dengan nama atau panggilan yang disukainya

2)    Memberitahu jadwal kegaiatan klien dan seberapa jauh perawat terlibat dalam membantu klien

3)    Memberi penjelasan prosedur yang akan dikerjakan atas dirinya

4)    Menanyakan apa yang dirasakan dan ingin diketahui klien

5)    Menjawab dengan singkat dan jelas

6)    Menggunakan sentuhan pada saat yang tepat dan diperlukan sesuai dengan budaya yang berlaku.

TEHNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF ;

  1. Yakinkan apa yang akan dikomunikasikan dan bagaimana mengkomunikasikannya
  2. Gunakan bahsa yang jelas dan dapat dimengerti komunikan.
  3. Gunakan media komunikasi yang tepat dan adekuat.
  4. Ciptakan iklim komunikasi yang baik dan tepat.
  5. Dengarkan dengan penuuuh perhatian terhadap apa yang sedang diutarakan komunikan.
  6. Hindarkan komunikasi yang tidak disengaja.
  7. Ingat bahwa komunikasi adalah proses dua arah ð harus terjadi umpan balik antara komunikator dan komunikan.
  8. Yakinkan bahwa tindakan yang dilakukan tidak kontradiksi dengan apa yang diucapkan ð ekspresi verbal harus sesuai dengan ekspresi non verbal.

KOMUNIKASI PADA ANAK SESUAI TAHAP PERKEMBANGAN PROSES FIKIR

£  Masa Bayi

  • Belum dpt menggunakan kata-kata  ð komunikasi non verbal.
  • Mengungkapkan kebutuhan dengann tingkah laku dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh orang di sekitranya.

Menangis : lapar,sakit,pembatasan gerak,kesepian ð usap dengan tangan, berbicara halus, gendong, pangku.

  • Bayi < 6 bln  perilaku mengerak-gerakkan tangan, kaki, menendang merupakan tingkah laku untuk menarik perhatian  ð    menepuk tubuhnya.
  • Bayi > 6 bln berpusat pada diri dan ibunya ð merasa takut terhadap orang asing (stranger anxiety)

£  Anak usia kurang 5 thn

  • Sangat egosentris  ð   hanya meliht sesuatu berpusat pada dirinya (komunikasi berpusat pada dirinya)
  • Takut terhdp ketidaktahuan ð beritahu apa yang akan terjadi pada dirinya,bagaimana mereka merasakannya, beri kesempatan untuk memegang alat yang akan menyentuh anak.
  • Belum fasih berbicara    ð   Gunakan kata-kata simpel,singkat yang dikenal; beri pujian untuk hal-hal yang dicapai
  • Pandangan mata sejajar ð    jongkok, duduk di kursi, berlutut

£  Usia Sekolah

* Anak usia 5 – 8 tahun

  • Bila menemui  masalah hanya percaya terhdp apa yang dilihat dan yang mereka ketahui tanpa memerlukan penjelsan secara mendalam. Anak tertarik pada aspek fungsional dara semua prosedur,objek dan aktifitas    ð     Jelaskan setiap prosedur yang akan dilakukan
  • Sangat memperhatikan keutuhan tubuhnya,oleh karena itu mereka peka terhdp sesuatu yang mengancam atau menyakiti tubuhnya  ð beri pendekatan positif

* Anak usia 8 – 12 tahun

Sudah mampu berfikir secara konkrit ð   komunikasi mudah, beri contoh   ð   suntik pada boneka

£  Anak usia remaja

  • § Mempunyai pola fikir dan tingkah laku    ð     peralihan anak-dewasa
  • § Bila stress  diskusi tentang masalahnya dengan teman sebaya,orang  dewasa di luar keluarga, terbuka terhdp perawat
  • § Menolak orang yang berusaha menjatuhkan harga dirinya ð    beri support, jangan melakukan interupsi, ekspresi wajah tidak menunjukkan heran, hindari pertanyaan yang menimbulkan rasa malu.
  • § Waktu wawancara, orangtua diikutsertakan  ð   bila ada dilema yaitu masalah antara anak dengan orangtua  ð  perawat klarifikasi masalahnya.

TEHNIK BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK :

  1. Melalui orang lain atau pihak ketiga

Menghindari berkomunikasi langsung dengan melibatkan orangtua secara langsung yang berada di sampingnya.Selain itu dapat digunakan dengan mengomentari tentang mainan, baju yang sedang dipakainya serta lainnya, dengan catatan tidak langsung pada pokok pembicaraan.

  1. Bercerita

Dengan cara ini, pesan yang akan disampaikan dengan mudah dapat diterima oleh anak mengingat anak sangat suka dengan cerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang disampikan yang dapat diekspresikan melalui tulisan atau gambar.

  1. Memfasilitasi

Dalam memfasilitasi, kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan, tetapi anak harsanak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian.

  1. Biblioterapi

Pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan. Dengan menceritakan isi buku atau majalah sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada anak.

  1. Meminta untuk menyebutkan keinginan

Meminta anak untuk menyebutkan keinginan sehingga dapat diketahui berbagai keluhan yang didapatkan dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan pikiran saat itu.

  1. Pilihan pro dan kontra

Mengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan positif dan negatif sesuai dengan pendapat anak.

  1. Penggunaan skala

Penggunan skala atau peringkat ini dapat digunakan dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak,cemas,sedih dan lain-lain dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan perasaannya.

  1. Menulis

Melalui tehnik ini anak dapat mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau yang lainnyadan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam.

  1. Menggambar

Menggambar juga dapat digunakan untuk mengungkapkan ekspresinya, perasaan jengkel marah biasanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkannya apabila ditanyakan tentang maksud dari gambarnya.

10. Bermain

Merupakan alat efektif dalam membantu anak untuk berkomunukasi, hubungan interpersonal antara anak, perawat dan orang di sekitarnya dapat terjalin, dan pesan-pesan dapat disampaikan.

PETUNJUK KOMUNIKASI DENGAN ANAK :

  • Pilih waktu yang tepat agar anak merasa senang dengan perawat
  • Berikan senyuman, pandangan mata bersahabat
  • Komunikasi melalui transisi objek, misalnya : boneka
  • Beri kesempatan anak untuk bicara tanpa keluarga
  • Atur posisi agar perawat dapat bertatatapan dengan anak
  • Bicara jelas,spesifik,gunakan kata-kata sederhana dan kalimat pendek
  • Berikan pujian,beri motivasi agar berani bicara
  • Gunakan tehnik komunikasi yang bervariasi
  • Perawat harus jujur pada anak, hindari memberi janji yang tidak mungkin dilaksanakan

CARA KOMUNIKASI DENGAN ORANGTUA ANAK :

  • Mendorong orangtua untuk berbicara
  • Arahkan ke fokus
  • Mendengarkan
  • Diam
  • Empati
  • Meyakinkan kembali
  • Merumuskan kembali
  • Memberi petunjuk kemungkinan yang akan terjadi
  • Menghindari hambatan dalam komunikasi

PENDEKATAN UMUM PADA ANAK SEBELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN :

  1. Ajak berbicara terlebih dahulu orangtua sebelum berkomunikasi dengan anak.
  2. Lakukan kontak dengan anak dengan bercerita atau tehnik lain agar anak mau berkomunikasi.
  3. Berikan mainan sebelum masuk ke dalam pembicaraan inti
  4. Beri kesempatan pada anak u memilih tempat pemeriksaan yang diinginkan
  5. Lakukan pemeriksanaan dari sederhana ke kompleks, pemeriksaan yang berdampak trauma dilakukan pada akhir pemeriksaan
  6. Hindari pemeriksaan yang menimbulkan ketakutan pada anak dan beri kesempatan untuk memegang alat periksa.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI DENGAN ANAK :

£ Pendidikan                                                 £ Pengetahuan

£ Sikap                                                        £ Usia tumbuh kembang

£ Status kesehatan anak                                 £ Sistem Sosial

£ Saluran                                                      £ Lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: