Kebutuhan Cairan dan Nutrisi Anak

KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK

Dampak nutrisi pada tumbuh kembang :

  1. Dampak Psikologis mencakup aspek psikodinamik, psikososial dan maturasi organik.
  • Psikodinamik (Freud)

Pada usia bayi, pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan dasar melalui oral. Fase oral berhasil dilalui apabila anak mendapatkan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan oral saat makan dan minum.Dampak psikodinamik yang diperoleh bayi adalah kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dan kehangatan saat pemenuhan  kebutuhan dasar tersebut.

  •  Psikososial (Erikson)

Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan psikososial adalah tercapainya rasa percaya dan tidak percaya. Makanan  merupakan  stimulus yang dapat meringankan rasa lapar anak dan pemuasan yang konsisten terhadap rasa lapar dapat mempengaruhi kepercayaan anak terhadap lingkungannya terutama lingkungan keluarga.

  •  Maturasi Organik (Piaget)

Perkembangan organik yang dilalui anak melalui makanan adalah pengalaman mendapatkan beberapa sensoris seperti rasa atau pengecapan, penciuman, pergerkan dan perabaan.dengan dikenalkan berbagai macam makanan, anak akan kaya dengan berbagai macam rasa, demikian juga dengan bertambah kayanya penciuman melaui bau makanan. Selain itu, dengan makanan anak dapat meningkatkan keterampilan, seperti memegang  botol susu, memegang cangkir, sendok, dan keterampilan koordinasi gerak, seperti menyuap dan menyendok makanan.

2. Dampak Fisiologis

Dampak nutrisi pada anak  yang terlihat jelas adalah terhadap pertumbuhan fisik anak. Selama masa intrauterin, asupan nutrisi yang adekuat pada ibu berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu, tetapi lebih pada pertumbuhan janin. Dengan asupan nutrisi yang adekuat, dari hari ke hari kehamilan ibu bertambah besar dan sejalan den gan itu, janin tumbuh dan berkembang sampai pada usia kehamilan yang matang maka janin siap dilahirkan dengan berat badan, dan pertumbuhan organ fisik lainnya yang normal. Terutama pada trimester pertama pada saat terjadi pertumbuhan otak, asupan nutrisi yang adekuat terutama protein akan mempengaruhi pertumbuhan otak. Sebaliknya, apabila ibu tidak mendapat asupan gizi yang adekuat, bayi dapat lahir dengan berat badan rendah. Diet atau pembatasan makanan pada ibu selama masa kehamilan akan menurunkan berat badan bayi.

Begitu juga setelah anak dilahirkan, asupan nutrisi yang tepat untuk bayi, toddler, prasekolah, usia sekolah, dan remaja akan sangat berdampak pada pertumbuhan fisik, yaitu anak akan bertambah berat dan bertambah tinggi atau meningkat secara kuantitas.

Kebutuhan nutrien pada bayi dan anak

Nutrien adalah zat gisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Jenis nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme: Air, Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin dan mineral.

AIR

Air merupakan nutrien yang berfungsi menjadi medium untuk nutrien yang lainnya. Air merupakan kebutuhan nutrisi yang sangat penting mengingat kebutuhan  air pada bayi relatif tinggi 75-80 % dari berat badan dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya 55-60 %. Berikut kebutuhan cairan bayi dan anak

UMUR BERAT BADAN( Kg ) AIR TOTAL 24 Jam( ml ) AIR Kg BB 24 Jam( ml )
3  Hari 7,0 250 –  800 80 – 100
10  Hari 3,2 400 – 500 125 – 150
 3  Bulan 5,4 750 – 850 140 – 160
6  Bulan 7,3 950 – 1100 130 – 155
9  Bulan 8,6 1100 – 1250 125 – 145
1 Tahun 9,5 1350 – 1500 120 – 135
2  Tahun 11,8 1600 – 1800 115 – 125
4  Tahun 16,2 1800 – 2000 100 – 110
6   Tahun 20,0 2000 – 2500 90 – 100
10  Tahun 28,7 2200 – 2700 70 – 85
14  Tahun 45,0 2200 – 2700 50 – 60
18  Tahun 54,0 2200 – 2700 40 – 50

PROTEIN

Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial. Dua jenis protein yaitu protein hewani dan protein nabati. Nilai gizi protein hewani lebih besar daripada protein nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Protein merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam pembentukan protoplasma sel, selain itu tersedianya protein dalam jumlah yang cukup penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan untuk keseimbangan osmotik.

LEMAK

Pada dasarnya, lemak tidak banyak dibutuhkan dlm jumlah besar kecuali lemak essensial yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Pada bayi sampai kurang lebih 3 bulan lemak merupakan sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak.

KARBOHIDRAT

Merupakan sumber tenaga yang tersedia dengan mudah di setiap makanan. Bayi yang baru mendapat asupan makanan dari ASI akan mendapatkan asupan kalori sebanyak 40 % dari laktosa. Pada anak yang sudah mendapatkan makanan tambahan PASI, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan yang banyak mengandung tepung, seperti bubur susu, sereal, nasi tim. Karbohidrat harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab kekurangan karbohidrat sekitar 15 % dari kalori yang ada maka dapat menyebabkan terjadi kelaparan dan BB menurun dan sebaliknya jika jumlah kalori yang tersedia atau berasal dari karbohidrat dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya peningkatan BB.

VITAMIN

  • § Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh.
  • § Vitamin terbagi dalam dua bagian besar yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
  • § Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C, yang tidak disimpan dalam tubuh, melainkan harus dikonsumsi melalui makanan tertentu.
  • § Vitamin B mencakup B1, B2, dan B12. Vitamin B1 atau tiamin diperlukan tubuh untuk metabolisme karbohidrat dalam pembentukan energi (sebagai ko enzim). Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan tubuh akan merasa cepat lelah, kurang nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf. Vitamin B2 atau riboflavin penting dalam metabolisme karbohidrat, asam amino, dan asam lemak. Kekurangan vitamin B2 akan menyebabkan tubuh merasa lelah serta dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Kekuarangan B 12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia.
  • § Vitamin C penting bagi tubuh untuk pembentukan substansi antar sel, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam usus.
  • § Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A,D,E,K. Vitamin A mempunyai peranan penting terutama dalam pertumbuhan,penglihatan, reproduksi dan pemelliharaan sel epitel. Vitamin D penting untukpenyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor, pembentukan tulang dan gigi. Vitamin E sebagai antioksidan penting untuk berbagai senyawa yang larut dalam lemak dan berperan dalam fertilisasi manusia. Vitamin K penting untuk proses pembekuan darah.

MINERAL

Mineral merupakan komponen zat gizi yang tersedia dalam kelompok mikro yang terdiri dari kalsium, klorida, khromium, kobalt, tembaga, flourida, jodium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, sulfur dan seng. Kesemuanya harus tersedia dalam jumlah yang cukup.

Pengaturan makanan untuk bayi dan anak sesuai dengan umur :

  • GOLONGAN UMUR 0 – 1 TAHUN
  1. Pemberian ASI
  2. Pemberian PASI
  3. Pemberian makanan tambahan

Makanan utama bayi adalah ASI, karena ASI mengandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan perkembangan bayi terutama pada usia dibawah satu tahun.

  1. A.   ASI dianjurkan untuk bayi karena:

1)    Nilai, komponen yang terkandung didalamnya sangat sesuai untuk bayi.

2)    Mengandung antibody, yaitu kolostrum

3)    Kebutuhan psikologis dapat dipenuhi

4)    Praktis, selalu segar dan ekonomis.

  1. B.   Manfaat ASI bagi bayi:

1)    Perlindungan terhadap infeksi dan diare.

2)    Perlindungan terhadap alergi.

3)    Mempererat hubungan antara Ibu dengan Bayi.

4)    Memperbagus gigi dan bentuk rahang.

5)    Mengurangi kegemukan.

  1. C.   Manfaat ASI bagi Ibu:

1)    Memberi kepuasan

2)    Praktis dan murah

3)    Mengembalikan bentuk tubuh

4)    Menunda masa subur

  1. D.   Nilai Gizi ASI:

1)    Protein

2)    Karbohidrat

3)    Lemak

4)    Vitamin

5)    Mineral

E.   Zat-zat kekebalan ASI:

 

                  MACAM KHASIAT
ü  Immunoglobulin – melindungi dari infeksi
ü  Zat anti stapilococcus – menghambat pertumbuhan Stapilococcus
ü  Lysosime – menghancurkan dinding sel bakteri
ü  Lactoperondase – membunuh streptococcus
ü  Lactoperin – membunuh beberapa jenis organisme
ü  Sel darah putih – membuat C3 dan C4 , lactoperin Ig. D

 

  • GOLONGAN UMUR 1 – 3 TAHUN
  1. a.    Kebutuhan Nutrisi
    1. Kecepatan pertumbuhan berkurang secara dramatis sehingga kebutuhan anak usia ini terhadap kalori, protein dan cairan menurun.
    2. Kebutuhan kalori 102 kkal/kgBB/hari & Kebutuhan protein 1,2 gr/kgBB/hari.
    3. Pemberian susu tidak lebih dari 1 liter / hari untuk membantu menjamin asupan makanan yang kaya zat besi. Pemeriksaan hematokrit harus dilakuakn untuk screening anemia.
    4. Anak toddler dengan diet vegetarian tidak menerima protein yang cukup, harus dirujuk ke ahli gizi.

 

  1. b.   Pola dan pilihan makanan
    1. Pada usia 12 bulan, kebanyakan toddler makan makanan keluarga.
    2. Pada usia 18 bulan, sebagaian besar toddler mengalami anoreksi fisiologis dan menjadi pemilih dalam hal makanan,menginginkan suatu makanan tertentu, mkan dalam jumlah besar di suatu hari dan sangat sedikit di hari berikutnya.
    3. Toddler memilih makanan sendiri dan lebih menyukai makanan dalam porsi kecil (makanan yang enak dan mengundang selera).
    4. Toddler lebih menyukai satu jenis makanan dalam piring daripada makanan yang dicampur.
    5. Orangtua harus menanjurkan penggunaan alat makan tetapi menyadari bahwa toddler lebih menyukai mengunakan tangan.
  • GOLONGAN UMUR 3 – 6 TAHUN
  1. a.    Kebutuhan Nutrisi
    1. Kebutuhan nutrisi pada usia ini hampir sama dengan toddler meskipun kebtuhan kalori menurun sampai 90 kkal/kgBB/hari & kebutuhan protein tetap 1,2 gr/kgBB/hari.
    2. Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB/hari, bergantung pada tingkat aktivitas anak.

 

  1. b.   Pola dan pilihan makanan
    1. Pada usia anak mungkin enolak sayuran, makanan kombinasi dan hati.
    2. Makanan yang disukai anatara lain sereal, daging, kentang, buah-buahan dan permen.
    3. Banyak anak pada usia ini yang tidak dapt diam atau cerewet selama makan dengan keluarga dan dapat tetap berjuang dengan penggunaan peralatan makan.
    4. Kebiasaan orang lain mempengaruhi anak usia 5 tahun.
  • GOLONGAN UMUR 6 – 12 TAHUN
  1. a.    Kebutuhan Nutrisi
    1. Kebutuhan kalori harian  pada usia ini menurun berhubungan dengan ukuran tubuh. Anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori / hari.
    2. Pengasuh / orangtua harus tetap menekankan kebutuhan terhadap diet seimbang sesuai dengan piramida makanan : tubuh menyimpan cadangan makanan sebagai sumber kebutuhan pertumbuhan yang meningkat saat remaja.

 

  1. b.   Pola dan pilihan makanan
    1. Anak terpajan dengan pengalaman makan yang lebih luas di kantin sekolah, anak mungkin tetap memilih-milih dalam hal makanan tetapi harus lebih mempunyai kemauan untuk mencoba makanan-makanan baru.
    2. Di rumah anak harus makan apa yang keluarga makan. Pola makan anak dapat mencerminkan budaya keluarga.
    3. Banyak anak pada usia ini yang tidak menyukai sayuran, hati dan makanan pedas.
    4. Anggota keluarga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi pilihan anak terhadap makanan, namun teman sebaya dan media juga berpengaruh.
  • GOLONGAN UMUR 12 – 18 TAHUN
  1. a.    Kebutuhan Nutrisi
    1. Kebutuhan nutrisi harian  pada usia ini harus seimbang di antara berbagai kelompok makanan.
    2. Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :
  • & usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
  • & usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari
  • % 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari
  • % 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari
  1. Remaja membutuhkan susu kalsium & protein dalam jumlah yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan tulang & otot. Tingginya konsumsi minuman ringan dapat menynebabkan asupan susu tidakadekuat ð asupan kalsium tidak mencukupi.
  2. Defisensi makanan yang sering terjadi antara lain zat besi, folat dan zink. Zat besi yang diperlukan oleh remaja perempuan beragam disesuaikan dengan kehilangan darah saat menstruasi.

 

  1. b.   Pola dan pilihan makanan
    1. Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara aktivitas mereka, makanan siap saji yang bergizi membantu mempertahankan diet yang seimbang.
    2. Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat mungkin sulit karena beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh teman sebaya dan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji berlemak tanpa kalori.
    3. Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap berlanjut mempengaruhi pilihan remaja terhadap makanan.
    4. Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang negatif.

 

KOMUNIKASI PADA ANAK DAN KELUARGA

KOMUNIKASI PADA ANAK DAN KELUARGA

Pengertian

  • Komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan usaha-usaha untuk mengelompokkan,memilih-milih dan mengirimkan lambang-lambang sedemikian rupa yang dapat membantu seorang pendengar atau penerima berita mengamati atau menyusun kembali dalam fikirannya arti atau makna yang terkandung dalam fikiran komunikator.
  • Komunikasi  adalah usaha, tingkah laku atau kegiatan penyampaian informasi mengenai pikiran,makna atau perasaan.
  • Komunikasi merupakan proses di mana informasi disampaikan pada orang lain melalui simbol-simbol,tanda-tanda atau tingkah laku.

Komunikasi menyangkut 3 aspek keterampilan :

  1. Keterampilan menyampaikan  meliputi  keterampilan berbicara, menulis atau mengarang
  2. Keterampilan menerima meliputi  keterampilan mendengarkan, membaca tulisan dan tanda-tanda.
  3. Keterampilan berkomunikasi tanpa kata-kata (non verbal communication)

Komponen-komponen komunikasi :

  1. Sender (Pengirim Pesan/Komunikator)

Pengirim pesan adalah seseorang atau sumber pesan yang memberikan informasi atau ide yang disampaikan, dapat individu ataupun kelompok yang melaksanakan komunikasi baik dengan individu ataupun kelompok lain. Orang yang menyampaikan pesan harus berusaha merumuskan isi pesan yang akan disampaikan. Kejelasan kalimat dan kemudahan bahasa untuk dimengerti akan sangat mempengaruhi penerimaan pesan oleh komunikan.

  1. Message (Pesan)

Pesan merupakan berita yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui lambang pembicara, gerakataupun sikap. Lambang suara berkaitan dengan intonasi suara. Lambang gerak adalah ekspresi wajah dan gerakan tubuh, sedangkan lambang warna tertentu yang mempunyai makna yang sudah dikenal sesara umum, misalnya merah, kuning, hijau pada lampu lalu lintas.

  1. Receiver (Penerima Pesan/Komunikan)

Penerima pesan merupakan orang yang menerima berita atau lambang, dapat berupa individu maupun kelompok. yang disampaikan. Penerima pesan harus tanggap dengan pesan yang diterimanya dan harus dapat menafsirkan pesan yang diterimanya.Ada satu hal penting yang harus siperhatikan adalah persepsi komunikan terhadap pesan yang harus sama dengan persepsi komunikator.

  1. Channel (Media)

Media merupakan sarana atau saluran dari komunikasi, dapat berupa media cetak, audio, visual & audio-visual. Gangguan atau kerusakan pada media akan mempengaruhi penerimaan pesan dari komunikan.

  1. Feed Back (Umpan Balik)

Reaksi komunikan sebagai dampak atau pengaruh dari pesan yang disampaikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, merupakan bagian komunikasi yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi pencapaian pesan/informasi yang disampaikan.

Faktor yang mempengaruhi komunikasi agar berlangsung lancar dan berhasil : situasi,waktu dan kejelasan pesan.

Komunikasi :

  • Verbal : komunikasi yang diucapkan dengan kata-kata atau disampaikan secara tertulis.
  • Komunikasi non verbal : komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh (body language)  yaitu melalui  ekspresi wajah, pandangan mata, gerakan tubuh, penampilan.

Menurut Haber, komunikasi dibagi menjadi 2 macam :

  1. Komunikasi intrapersonal

Komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang di mana individu berdialog dengan dirinya sendiri.

  1. Komunikasi interpersonal

Komunikasi yang terjadi antara 2 org atau lebih melibatkan komunikasi verbal dan non verbal.

Komunikasi interpersonal ada 3 :

a)    Komunikasi sosial

  • Terjadi pada setiap pembicaraan antara berbagai orang sebagi teman atau keluarga
  • Topik yang dibicarakan bervariasi
  • Karakteristik : kurang ketergantungan antar individu yang terlibat dan hubungan bersifat superficial serta kadang-kadang tidak mengharapkan bantuan.

b)    Komunikasi collegial

  • Terjadi antara teman sejawat (Kolega)
  • Dalam konteks perawatan terdapat penolong yang mempunyai tujuan yang bekerjasama dengan klien dalam rangka melaksanakan askep klien.

c)    Komunikasi facilitative

  • Terjadi antara klien dan tenaga kesehatan yang memberi bantuan
  • Isi komunikasi  sangat berarti ð membahas masalah klien lebih dalam
  • Sebagai proses, komunikasi ini berfokus pada klien yang memerlukan pertolongan
  • Mempunyai tiga tujuan :

1)    Menggali perasaan,pikiran,perilaku dan pengalaman seseorang

2)    Mengerti peran yang dimainkan klien dan org2 yang berarti bg klien yang dpt membantu mengidentifikasi masalah.

3)    Kegiatan yang langsung memecahkan masalah klien.

Komunikasi terapeutik (Haber) adalah hubungan interpersonal di mana Perawat – Klien memperoleh pengalaman belajar bersama serta memperbaiki pengalaman emosional klien.

Ciri-ciri komunikasi terapeutik :

1)      Empati

  • Kemampuan mengerti sepenuhnya ttg kondisi atau perasaan orang lain
  • Dapat terlihat secara non verbal
  • Seseorang yang mempunyai empati yang tinggi akan termotivasi secara tinggi untuk menolong org lain.

2)      Rasa percaya

  • Respek seseorang terhadap kebutuhan orang lain dan berhasrat akan berbuat sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Seseorang dengann sikap trust cenderung menimbulkan trust pada pasien
  • Kejujuran sangat penting dalam pembentukan trust

3)      Validasi

  • Menegaskan kembali tentang pesan yang sudah disampaikan.Terjadi jika komunikator merasa bahwa orang yang diajak bicara menerima dan memberi respon terhadap apa yang dikatakannya.

4)      Perhatian

  • Merupakan tingkat keterlibatan emosi dlm komunikasi yang diekpresikan secara non verbal pada apa yang dikatakan orang lain dengan cara memandang,mengangguk atau dengan perabaan jika tepat.

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK :

1)    Memanggil klien sesuai dengan nama atau panggilan yang disukainya

2)    Memberitahu jadwal kegaiatan klien dan seberapa jauh perawat terlibat dalam membantu klien

3)    Memberi penjelasan prosedur yang akan dikerjakan atas dirinya

4)    Menanyakan apa yang dirasakan dan ingin diketahui klien

5)    Menjawab dengan singkat dan jelas

6)    Menggunakan sentuhan pada saat yang tepat dan diperlukan sesuai dengan budaya yang berlaku.

TEHNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF ;

  1. Yakinkan apa yang akan dikomunikasikan dan bagaimana mengkomunikasikannya
  2. Gunakan bahsa yang jelas dan dapat dimengerti komunikan.
  3. Gunakan media komunikasi yang tepat dan adekuat.
  4. Ciptakan iklim komunikasi yang baik dan tepat.
  5. Dengarkan dengan penuuuh perhatian terhadap apa yang sedang diutarakan komunikan.
  6. Hindarkan komunikasi yang tidak disengaja.
  7. Ingat bahwa komunikasi adalah proses dua arah ð harus terjadi umpan balik antara komunikator dan komunikan.
  8. Yakinkan bahwa tindakan yang dilakukan tidak kontradiksi dengan apa yang diucapkan ð ekspresi verbal harus sesuai dengan ekspresi non verbal.

KOMUNIKASI PADA ANAK SESUAI TAHAP PERKEMBANGAN PROSES FIKIR

£  Masa Bayi

  • Belum dpt menggunakan kata-kata  ð komunikasi non verbal.
  • Mengungkapkan kebutuhan dengann tingkah laku dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh orang di sekitranya.

Menangis : lapar,sakit,pembatasan gerak,kesepian ð usap dengan tangan, berbicara halus, gendong, pangku.

  • Bayi < 6 bln  perilaku mengerak-gerakkan tangan, kaki, menendang merupakan tingkah laku untuk menarik perhatian  ð    menepuk tubuhnya.
  • Bayi > 6 bln berpusat pada diri dan ibunya ð merasa takut terhadap orang asing (stranger anxiety)

£  Anak usia kurang 5 thn

  • Sangat egosentris  ð   hanya meliht sesuatu berpusat pada dirinya (komunikasi berpusat pada dirinya)
  • Takut terhdp ketidaktahuan ð beritahu apa yang akan terjadi pada dirinya,bagaimana mereka merasakannya, beri kesempatan untuk memegang alat yang akan menyentuh anak.
  • Belum fasih berbicara    ð   Gunakan kata-kata simpel,singkat yang dikenal; beri pujian untuk hal-hal yang dicapai
  • Pandangan mata sejajar ð    jongkok, duduk di kursi, berlutut

£  Usia Sekolah

* Anak usia 5 – 8 tahun

  • Bila menemui  masalah hanya percaya terhdp apa yang dilihat dan yang mereka ketahui tanpa memerlukan penjelsan secara mendalam. Anak tertarik pada aspek fungsional dara semua prosedur,objek dan aktifitas    ð     Jelaskan setiap prosedur yang akan dilakukan
  • Sangat memperhatikan keutuhan tubuhnya,oleh karena itu mereka peka terhdp sesuatu yang mengancam atau menyakiti tubuhnya  ð beri pendekatan positif

* Anak usia 8 – 12 tahun

Sudah mampu berfikir secara konkrit ð   komunikasi mudah, beri contoh   ð   suntik pada boneka

£  Anak usia remaja

  • § Mempunyai pola fikir dan tingkah laku    ð     peralihan anak-dewasa
  • § Bila stress  diskusi tentang masalahnya dengan teman sebaya,orang  dewasa di luar keluarga, terbuka terhdp perawat
  • § Menolak orang yang berusaha menjatuhkan harga dirinya ð    beri support, jangan melakukan interupsi, ekspresi wajah tidak menunjukkan heran, hindari pertanyaan yang menimbulkan rasa malu.
  • § Waktu wawancara, orangtua diikutsertakan  ð   bila ada dilema yaitu masalah antara anak dengan orangtua  ð  perawat klarifikasi masalahnya.

TEHNIK BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK :

  1. Melalui orang lain atau pihak ketiga

Menghindari berkomunikasi langsung dengan melibatkan orangtua secara langsung yang berada di sampingnya.Selain itu dapat digunakan dengan mengomentari tentang mainan, baju yang sedang dipakainya serta lainnya, dengan catatan tidak langsung pada pokok pembicaraan.

  1. Bercerita

Dengan cara ini, pesan yang akan disampaikan dengan mudah dapat diterima oleh anak mengingat anak sangat suka dengan cerita, tetapi cerita yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang disampikan yang dapat diekspresikan melalui tulisan atau gambar.

  1. Memfasilitasi

Dalam memfasilitasi, kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan, tetapi anak harsanak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian.

  1. Biblioterapi

Pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan. Dengan menceritakan isi buku atau majalah sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada anak.

  1. Meminta untuk menyebutkan keinginan

Meminta anak untuk menyebutkan keinginan sehingga dapat diketahui berbagai keluhan yang didapatkan dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan pikiran saat itu.

  1. Pilihan pro dan kontra

Mengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan positif dan negatif sesuai dengan pendapat anak.

  1. Penggunaan skala

Penggunan skala atau peringkat ini dapat digunakan dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak,cemas,sedih dan lain-lain dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan perasaannya.

  1. Menulis

Melalui tehnik ini anak dapat mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau yang lainnyadan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam.

  1. Menggambar

Menggambar juga dapat digunakan untuk mengungkapkan ekspresinya, perasaan jengkel marah biasanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkannya apabila ditanyakan tentang maksud dari gambarnya.

10. Bermain

Merupakan alat efektif dalam membantu anak untuk berkomunukasi, hubungan interpersonal antara anak, perawat dan orang di sekitarnya dapat terjalin, dan pesan-pesan dapat disampaikan.

PETUNJUK KOMUNIKASI DENGAN ANAK :

  • Pilih waktu yang tepat agar anak merasa senang dengan perawat
  • Berikan senyuman, pandangan mata bersahabat
  • Komunikasi melalui transisi objek, misalnya : boneka
  • Beri kesempatan anak untuk bicara tanpa keluarga
  • Atur posisi agar perawat dapat bertatatapan dengan anak
  • Bicara jelas,spesifik,gunakan kata-kata sederhana dan kalimat pendek
  • Berikan pujian,beri motivasi agar berani bicara
  • Gunakan tehnik komunikasi yang bervariasi
  • Perawat harus jujur pada anak, hindari memberi janji yang tidak mungkin dilaksanakan

CARA KOMUNIKASI DENGAN ORANGTUA ANAK :

  • Mendorong orangtua untuk berbicara
  • Arahkan ke fokus
  • Mendengarkan
  • Diam
  • Empati
  • Meyakinkan kembali
  • Merumuskan kembali
  • Memberi petunjuk kemungkinan yang akan terjadi
  • Menghindari hambatan dalam komunikasi

PENDEKATAN UMUM PADA ANAK SEBELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN :

  1. Ajak berbicara terlebih dahulu orangtua sebelum berkomunikasi dengan anak.
  2. Lakukan kontak dengan anak dengan bercerita atau tehnik lain agar anak mau berkomunikasi.
  3. Berikan mainan sebelum masuk ke dalam pembicaraan inti
  4. Beri kesempatan pada anak u memilih tempat pemeriksaan yang diinginkan
  5. Lakukan pemeriksanaan dari sederhana ke kompleks, pemeriksaan yang berdampak trauma dilakukan pada akhir pemeriksaan
  6. Hindari pemeriksaan yang menimbulkan ketakutan pada anak dan beri kesempatan untuk memegang alat periksa.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI DENGAN ANAK :

£ Pendidikan                                                 £ Pengetahuan

£ Sikap                                                        £ Usia tumbuh kembang

£ Status kesehatan anak                                 £ Sistem Sosial

£ Saluran                                                      £ Lingkungan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!